Selasa, 14 Agustus 2018

Mengenal Angklung, Warisan Musik Tradisional Asli Sunda


    sumber:uzone.id
    Angklung, alat musik asli Sunda ini adalah salah satu warisan budaya yang harus dijaga kelestariannya. Berasal dari Kabupaten Kuningan, alat musik yang terbuat dari bambu ini sudah diakui UNESCO sebagai peninggalan budaya dunia milik Indonesia.
    Tak kenal, maka tak sayang. Agar lebih mencintai warisan yang sangat berharga ini, yuk mengenal angklung lebih dalam. Banyak fakta unik yang mungkin selama ini kamu belum tahu tentang alat musik ini, dan semuanya akan dibahas di sini.

    Sejarah Angklung

    Tidak ada catatan pasti tentang kapan tepatnya angklung diciptakan. Namun sejarah mencatat bahwa pada abad ke-12, alat musik ini sudah mulai dipergunakan, yaitu pada masa Kerajaan Sunda berdiri.
    Alat musik ini dipercaya sebagai pemanggil Dewi Sri untuk memberikan kesuburan bagi tanah pertanian. Biasanya, angklung dibuat dari bambu hitam dan bambu ater dengan berbagai jenis ukuran yang menghasilkan musik berbeda-beda.
    sumber:nuscac.net
    Setelah itu, angklung berkembang menjadi beberapa jenis. Salah satunya  adalah nada musik angklung karya Daeng Sutigna, penduduk Citangtu, Kuningan yang merupakan orang pertama yang menciptakan nada musik angklung diatonis. Karena Daeng Sutigna pula, angklung bisa memainkan aneka jenis musik, baik tradisional maupun modern.
    Karena Daeng Sutigna pula, Kabupaten Kuningan kini menyebut diri sebagai Kabupaten Angklung dan sudah ditetapkan sejak tahun 2010 silam.

    Jenis Angklung

    Tidak hanya satu, tetapi ada beberapa macam jenis angklung. Mulai dari Angklung Kanekes yang dimainkan oleh masyarakat Baduy, Angklung Reyog yang dimainkan di Ponorogo, Angklung Banyuwangi, Angklung Bali, Angklung Dogdog Lojor, Angklung Gubrak yang dimainkan masyarakat Bogor, Angklung Badeng yang dimainkan masyarakat Garut, Angklung Buncis yang dimainkan masyarakat Bandung, Angklung Padaeng yang jadi khas Kuningan, Angklung Toel, Angklung Sri Murni dan Angklung Sarinade yang memiliki nada bulat saja.
    sumber:kata.co.id

    Cara Memainkan Angklung

    Berbeda angklung, beda pula suara khasnya. Demikian pula dengan teknik memainkannya, digerakkan dengan cara berbeda, nadanya pun akan berbeda.
    Teknik yang paling banyak dipakai untuk memainkan angklung adalah Karulung, yaitu dengan menggetarkannya ke kiri dan ke kanan. Cara kedua adalah dengan Centok, alias menyentakkannya. Dan teknik Tangkep, yang caranya mirip Karulung namun ada satu tabung yang ditahan agar tak ikut bergetar.

    Festival Angklung Kuningan

    sumber:kemenpar.go.id
    Ada banyak festival angklung yang pernah digelar di Jawa Barat dan Banten, serta beberapa daerah lainnya. Namun yang tak lama lagi bakal digelar adalah Festival Angklung Kuningan, yang akan diselenggarakan pada 17 Agustus 2018.
    Sudah berulang kali Kuningan menggelar festival angklung dan selalu ramai dengan pengunjung. Tidak hanya dari kawasan Kuningan sendiri, tetapi juga dari daerah lain yang ingin melihat secara langsung perhelatan akbar alat musik tradisional ini.
    Tertarik untuk menjadi saksi festival tahunan ini? Kamu bisa menuju Kuningan dengan menumpang kereta api. Cara yang paling mudah adalah dengan membeli tiket kereta api Indonesia menuju Cirebon. Dari sini, kemudian bisa melanjutkan perjalanan dengan bus mini atau elf ke Kuningan.
    Biasanya, ketika musim festival angklung tiba, tiket kereta api Indonesia menuju Cirebon selalu ludes terjual. Karena itu, sebaiknya siapkan diri sejak jauh hari agar tak kehabisan. Dan pastikan untuk membeli di Traveloka yang sudah dikenal sebagai agen tiket kereta api Indonesia terpercaya.
    Dibandingkan dengan jalur lainnya, kereta api ke Cirebon lalu lanjut ke Kuningan adalah pilihan transportasi yang paling cepat dan terjangkau. Dengan budget terbatas, kamu bisa menikmati serunya festival angklung di Kuningan dan sekalian jalan-jalan ke tempat lain yang tak kalah menariknya di kawasan ini.

    Selasa, 13 Februari 2018

    Liburanku ke Kampungku

    Halo kawan kawan, Pada tanggal 25 Desember Aku berangkat ke kampungku yaitu Ponorogo yang terletak di Jawa Timur bersama keluargaku. Aku pergi ke kampungku mengendarai mobil. Di perjalanan Aku mampir ke Wonosobo terlebih dahulu. Aku menginap selama 2 hari di losmen yang dekat dengan wisata alam yang ingin dikunjungi yaitu Dieng. Pada Saat di Dieng aku melihat pemandangan danau yang sangat indah. Aku juga menaiki kapal santai untuk melihat lebih luas pemandangan danau Dieng. Setelah pulang dari Dieng Aku langsung kembali ke losmen dan packing supaya cepat berangkat ke Ponorogo. Perjalanan ke ponorogo membutuhkan waktu 1 hari. Aku sampai di ponorogo pada tanggal 28 Desember. Disana aku bertemu dengan nenekku, pamanku, tanteneku, dan sepupuku. Aku dan sepupuku sangat akrab, kami suka bermai bola bersama, bermain laptop bersama, DLL. Di Ponorogo aku mengunjungi tempat wisata yaitu telaga ngebel. Perjalanan ke telaga ngebel membutuhkan waktu sekitar 2 jam. Di Ngebel aku berkeliling memutari ngebel yang jauh. Aku juga memakan nila bakar yang ada di sekitar telaga ngebel. Aku juga memakan durian yang dibeli saat berkeliling ngebel. Setelah menginap di telaga ngebel selama 2 hari disana. Setelah menginap di telaga ngebel, Aku berangkat kembali kerumah kakekku yaitu di Ponorogo. Aku bermain bersama teman sepupuku seperti bermain futsal, bermain basket, dan bermain Xbox. Aku pergi ke alun alun bersama keluargaku, sayangnya wahana permainan disana sedang tidak ada, Jadi aku langsung pulang kerumah kakekku. Pada keesokan harinya aku pergi ke pantai yang letaknya sangat jauh dari rumah kakekku. Perjalanan ke Pantai itu menghabiskan waktu 4 jam. Sesampainya disana aku langsung berfoto bersama keluargaku. Di pantai itu, aku membuat istana pasir dan bermain air, arus disana sangat kencang, aku hampir hanyut terbawa arus. Dipantai itu aku menemukan banyak sampah, di pantai itu juga banyak kepiting yang mengumpat. sepulang darisana aku sempat berkeliling di sekitar pantai itu, Aku menemukan kantor kakekku dulu, dan setelah itu aku makan. Setelah makan, aku masuk ke mobil dan langsung tertidur. Keesokan harinya aku dan keluargaku berziarah ke makam makam kakek nenek buyutku pagi pagi. Setelah berziarah aku dan keluargaku mampir kerumah buyutku yang sudah meningggal. Aku makan siang disana sambil kumpul kumpul dengan keluargaku yang disana. Sepulang darisana aku berangkat ke kolam renang yang mirip waterboom di dekat sana. Aku langsung menaiki perosotan air yang sangat besar disana. Setelah ganti baju, aku dan keluargaku makan malam di restoran dekat rumah kakekku. Keesokan harinya aku dan keluargaku pergi ke mall dekat sana. Di mall itu aku makan pagi dan lanjut main di Timezonenya. Di Timezone aku bermain lempar bola basket, tembak tembakan,mobil mobilan, DLL. Setelah senang senang aku pulang dan sempat mampir membeli molen kecil untuk snack di rumah nanti. Besok aku akan pergi untuk car free day di dekat rumah kakekku. Saat aku sampai pada tempat car free day, aku melihat banyak jajanan yang tidak ada di Jakarta. Disana ada Pecel, Telur puyuh goreng, DLL. Jajanan disana sangat enak. Aku kembali kerumah kakekku sekitar jam 11, jadi udaranya panas sekali. Setelah mandi dan makan siang, aku berangkat ke barbershop di sana. Karena di sana ramai, aku harus menunggu setengah jam untuk giliranku, sepulang dari sana aku mrmreli minuman dingin untuk menghilangkan rasa hausku. Setelah menghabiskan 5 hari di Ponorogo ini lah saatnya aku harus pulang. Aku salim pada nenekku, tanteku, dan omku. Aku berangkat pulang setelah makan siang didekat rumah kakekku. Di perjalanan membutuhkan waktu 1 hari untuk sampai Jakarta. Dan akhirnya aku sampai dan siap siap untuk masuk sekolah

































































































    Senin, 27 November 2017

    Kembalikan Mata Pelajaran TIK ke dalam struktur Mata Pelajaran pada Kurikulum 2013

    Tandatangani dan sebarkan petisi ini ke facebook, twitter dan media sosial lainnya, jangan lupa memberikan alasan anda menandatangani petisi, https://www.change.org/p/joko-widodo-kembalikan-mata-pelajaran-tik-ke-dalam-struktur-mata-pelajaran-pada-kurikulum-2013?recruiter=84181612&utm_source=share_petition&utm_campaign=share_facebook_responsive&utm_medium=whatsapp

    TIK adalah pelajaran yang sangat penting untuk perkembangan generasi muda supaya mendapat bekal untuk masa depan. Menurut saya , pelajaran TIK tidak boleh dihapus karena sangat bermanfaat dan bisa banyak mendapat informasi. Pelajaran TIK ini juga berguna untuk meningkatkan kreatifitas siswa dengan menulis. Siswa siswa juga bisa tahu lebih dalam tentang sejarah komputer  di Indonesia. Makannya, Pelajaran TIK ini tidak boleh dihapus dan harus dikembalikan ke struktur mata pelajaran kurtilas agar bisa mendapatkan banyak manfaat untuk negara Indonesia

    Senin, 13 November 2017

    Pendapat Siswa tentang hilangnya mata pelajaran TIK





    Dampak Penghapusan Mata Pelajaran TIK di Sekolah




    Menurut saya Pelajaran TIK itu sangat penting dan tidak boleh dihapuskan supaya para siswa untuk lebih kreatif dan lebih terbuka untuk berkarya melaui tulisan di word maupun di Blog.Pelajaran TIK diterapkan di sekolah sekolah bertujuan untuk siswa siswa mendapat pengetahuan lebih tentang komputer, tidak menggunakan mesin ketik lagi, siswa  lebih terampil, dan lebih aktif dalam mencari informasi. Pelajarn TIK ini juga berkaitan dengan seiringnya waktu.TIK juga sangat berperan untuk masa depan karena sebagian besar dari pabrik pabrik dis=dunia ini sudah memakai robot yang dikendalikan oleh komputer itu tersendiri. Tetapi kita juga harus waspada dengan bahaya negatif dari komputer itu, oleh karena itu dalam pelajaran TIK kita diawasi oleh seorang guru supaya informasi yang kita dapatkan bermanfaat. Jika Pelajaran TIK dihapus maka informasi yang kita dapatkan akan sempit dan kami susah untuk diawasi dan mudah terkena efek negatif dari komputer.Oleh karena itu, kita harus menyadarkan para rakyat betapa pentingnya pelajaran TIK di masa depan

    Mengenal Angklung, Warisan Musik Tradisional Asli Sunda sumber:uzone.id Angklung, alat musik asli Sunda ini adalah salah satu waris...